Catharanthus roseus yang
lebih dikenal dengan tanaman tapak dara, merupakan salah satu tanaman yang
banyak digunakan sebagai obat di Indonesia. Daun tapak dara mengandung alkaloid
bisindole spesifik yakni vinblastin
dan vinkristin yang berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh ekstrak kasar daun tapak dara terhadap lama
waktu anafase, perubahan panjang sel serta kecepatan
pergerakan kromosom selama anafase, dan kegagalan
pembelahan pada proses pembelahan sel spermatosit primer belalang. Selain itu penelitian ini juga ingin mengetahui bagaimana implikasi
hasil penelitian sebagai bahan ajar
matakuliah biologi sel. Pengamatan mengenai lama waktu anafase, perubahan
panjang sel serta kecepatan pergerakan kromosom dilakukan pada akhir metafase
hingga awal telofase. Sedangkan pengamatan
